Saturday, November 10, 2012

Homemade Ciabatta by Arfi Binsted

Dear Peri Roti,

Ini laporan kedua saya:

Yes, It's Peter Reinhart's recipe again, from his book Artisan Breads Every Day. I made ciabatta this time because I was thinking about making bruschetta for our light lunch today.

I started the dough two days ago and had it kept in the fridge until I was ready to bake this morning. I only had one hour to bake before we went out for a Saturday sport day. So I was rushed with many other things to prepare.

I decided to make two toppings for bruschetta: Tomato and Basil; and Olive and Chili. We ended up finish the bread all up with leftover eaten by my beloved husband with marmalade for his sweetmeat.

This is my second entry for NCC Bread Week

Pain à l'Ancienne Rustic Bread (for Ciabatta)

Source: Artisan Breads Every Day by Peter Reinhart

I'm not using mixer, so I am adjusting the method to suit me. I'm making ciabatta, so I'm using olive oil. If you'd like to make other than ciabatta, such as baguettes, foccacia, etc you can leave olive oil as optional.

567g unbleached bread flour
11g salt or 2 1/2 tsp coarse kosher salt
4g instant yeast
454g chilled water (about 13C)
14g olive oil

Combine the flour, salt, yeast, and chilled water. Stir with wooden spoon until well mixed. Let it rest for 5 minutes to hydrate the flour. Add in olive oil. Mix again and knead for 1 minute until the dough becomes smooth. If your dough is still wet and sticky, don't worry, that's how it should be. Transfer this dough into a clean and oiled bowl. Leave to rest for 10 minutes.

Oil your work space. Transfer the dough on it and start using the stretch and fold method for each side. Put it back into the bowl. Leave to rest for 10 minutes. Repeat this step three more times.

Cover the bowl and I refrigerate the dough overnight. Remove from the fridge three hours before baking ciabatta.

Line the back of a baking tray with baking paper. Transfer the dough to the generously floured work space. You need to do it very gently as not to degas it too much.

I cut the dough into three portions and made three ciabatta. 

Gently fold the dough into thirds. I just sprinkle flour on the top and side of the bread. I did not roll it into flour because I'm afraid I would degas it if I do it. I leave my ciabatta for 2 hours before baking while I attend other house chores.

Preheat the oven to 288C (my oven has only 250C as the highest temperature) about 45 minutes before baking. I don't use baking stone, as I thought the pizza stone I have is too thin for such a job. I use lined baking trays and insert an oven pan on the bottom of the oven.

Bake ciabatta and pour in 1 cup hot water into the oven pan and lower the temperature to 232C (my oven gets only 230C). Bake for 12 minutes, rotate the trays, bake another 15-20 minutes. 

Remove the bread out of the oven and transfer to a wire rack. The crust should be hard to tap but it will be soften when it cools down. 

When we came back home, I just sliced the bread and grilled it on a grill pan to make bruschetta.

Here's what I do for the toppings.




Tomato and Basil Topping
Makes 2

3 tomatoes, blanched, skinned and diced
2 cloves garlic, chopped
a bunch of basil leaves, chopped
1 tsp aged balsamic vinegar
1 Tbs pure olive oil
salt and pepper
a drop of honey

Combine tomatoes, garlic and basil in a bowl. Mix honey, olive oil and balsamic vinegar and pour it into the bowl. Mix well. Season with salt and pepper. Check the taste. Leave it for an hour for the flavour to develop. Enough for 2.



Kalamata Olive and Chili Topping
Makes 2

3/4 cup Kalamata olives, pitted and chopped
1 red chili, seeded and finely chopped
2 Tbs capers, drained and chopped
2 cloves garlic, chopped
1 Tbs pure olive oil
a bunch of Italian parsley, chopped
a drop of honey
1 1/2 tsp aged balsamic vinegar
salt and pepper

Combine olives, chili, capers and parsley in a bowl. Mix honey, vinegar and olive oil, pour it into the bowl. Mix well. Season with salt and pepper. Check the taste and leave it for an hour to develop the flavour. Enough for 2.

Roti Sobek Keju by Maria Wong

Mumpung semua sudah tidur, mau lapor hasil roti yg kemarin dibuat.


Biasanya, saya selalu buat roti ukuran mungil, roti sobek ini saya buat sebenarnya khusus utk Ayah saya, karena Beliau ingin makan roti 'enak' :).



Tapi ternyata setelah saya pasang di BB, malah berbuah orderan. :p.



Berikut resep yg sering saya pakai utk buat roti mungil, yg saya aplikasikan ke roti sobek ini:




                                     





Bahan:
500 gr terigu cakra
115 gr gula pasir
50 gr susu bubuk
5 gr garam
11 gr ragi
225 ml air
1 btr telur
65 gr mentega



Bahan isi : keju secukupnya



Cara:
1. Campur semua bahan, kecuali mentega
2. Uleni sampai tercampur rata
3. Masukkan mentega, uleni kembali sampai kalis dan tidak lengket ditangan.
4. Bulatkan, lalu Diamkan 15 mnt
5. Kempiskan, timbang 55 gr, bulatkan. Diamkan 10 menit.
6. Kempiskan isi dengan bahan isian, bulatkan kembali.
7. Biarkan sampai mengembang menjadi 2x lipat.
8. Oleh permukaan nya dg kuning telur + air, taburi atas nya dg keju. Panggang suhu 180 der C, 15-20 menit sampai matang.



Hasilnya roti nya empuk.



Salam Roti
Maria Wong

Sausage Bread by Bunda Rayhan


Dear peri roti and penggemar roti semuanya,

Mau laporan pertama di ajang NCCBW (berharap lapor lagi maksudnya).
Mumpung weekend dan ada waktu, disempatin buat roti ini untuk sarapan. Idenya dari blog Mbak Hesti yang ada berbagai macam roti. Akhirnya kecantol resep Sausage Bread alias roti sosis, karena kebetulan punya banyak stok sosis juga.

Kebetulan sudah sering buat roti karena suka males baca ingredient macam2 roti di supermarket. Tapi kok belum bisa dapet roti yang bener2 enak dan pas. Jadi sekalian nyoba resep ini, sekalian ikutan NCCBW juga. Resepnya sih simpel banget.

Dari resep di web-nya disesuaikan dengan bahan yang ada di rumah. Harap2 cemas juga, mengingat sekarang sudah masuk musim dingin.





Sausage Bread

Bahan:
200 gr terigu protein tinggi
1 gr lada dan garam
20 gr gula
4 gr ragi instan
1 kuning telur ukuran L (20 gr)
20 gr margarin
100 g air hangat

Toping:
Sosis
Jagung
Mayonese

Cara membuat
1. Campurkan ragi dan air hangat, aduk rata. 
2. Masukkan semua bahan ke bread maker dan setting adonan pizza (45 menit). 
3. Diamkan selama 60 menit atau sampai mengembang, 
4. Bagi adonan menjadi 8 bagian.
5. Bentuk sesuai selera dan diamkan kembali sampai adonan mengembang 2 kali.
6. Beri sosis, jagung dan mayonese.
7. Panggang dengan suhu 180 dercel selama 25 menit.

Rotinya empuk banget dan karena buatnya malam2 malah sudah dimakan duluan sama ayahnya. Alhasil jadi sarapan tengah malam :D .
Hasil fotonya gak begitu bagus, karena ga ahli moto juga.

Salam homemade bread,
Ari Dwi – Nara

Herbed Boule by Almyra Pangestu


Begitu gong Bread Week berbunyi, saya langsung menyiapkan adonan ini. Kenapa baru sekarang diposting? Karena butuh waktu setidaknya 3-4hari untuk mendapatkan cita rasa yang pas untuk roti Eropa. Kami menyukai rasa sourdough yang dihasilkan oleh waktu fermentasi yang lama. Pagi tadi saya ada kencan dengan mama dan beliau ogah membuka pintunya bila tidak dibawakan roti ;p

Resep ini adalah resep yang saya pakai telah cukup lama dan diadaptasi dari buku Jeff Hertzberg & Zoe Francois : Artisan Bread in Five Minutes. Namun resep mereka sangat asin dan fermentasi yang lama membuat rasa asinnya lebih greng. Bisa2 darting bapakku kumat.  Untuk menambah serat, yup..  kami penggila makanan sehat, saya menggunakan sebagian tepung whole wheat. Penggunaan berbagai herbs menambah citarasa roti ini. Yuk kita buat..






Bahan:
Untuk 4 loaf:
480gr all purpose flour
300gr whole wheat flour
1½ tbs instant yeast
3 ¼ cup air (jangan air keran, ya)
1 tbs garam
¼ tsp rosemary, oregano, marjoram, basil, thyme (kering semua)

Cara membuat:
1--Dalam wadah plastic yang besar (jangan yg kedap udara) campur semua bahan kering, masukkan air, aduk rata.
2--Tutup dan biarkan dalam suhu ruang selama 4 jam. Setelah 4 jam masukkan dalam lemari es dan jangan diapa2kan setidaknya 3 hari. Adonan ini tahan hingga 14 hari di lemari es, semakin lama semakin maknyus dan aroma fermentasi yang dihasilkan semakin kencang, mirip tape singkong.
3--Pada hari yg diinginkan, keluarkan wadah plastiknya, ambil dengan tangan adonan sebesar ukuran grapefruit.
4--Celupkan dalam piring yang telah diisi terigu dan buat bulatan (Boule=Bola dalam bahasa prancis). Proses ini tidak boleh lebih dari 1 menit karena adonan yang terlalu banyak dipegang tangan (overworked) akan menghasilkan roti yang keras.
5--Taruh boule ditasa talenan kayu/pizza peel yang telah diberi whole wheat flour. Taburkan tepung diatasnya. Biarkan mengembang selama 45 menit.
6--Pada 10 menit terakhir saat roti sedang mengembang, masukkan pyrex/Loyang/baking stone dalam oven, nyalakan oven hingga mencapai suhu 240C.
7--siapkan loyang berisi es batu. Gunanya adalah untuk menciptakan uap dalam oven. Nantinya akan diletakkan dibawah pyrex/Loyang/baking stone.
8--Buat guratan2 dengan silet/ scalpel/ pisau yg sangat tajam ditas roti. Tujuannya selain roti terlihat cantik dan rustic, guratan tersebut akan menciptakan jalan keluar bagi uap dalam roti saat dipanggang.
9--Buka pintu oven dan masukkan roti dengan cara digeser..slide gitu keatas pyrex/Loyang/baking stone yang telah ikut panas. Masukkan Loyang berisi es kebawahnya. Tutup pintu oven dan bakar 30 menit dengan suhu 225C.
10--Setelah 30 menit matikan oven dan jangan buka pintu oven. Diamkan 7 menit sesudah itu buka pintu oven sedikit sekitar 5 menitan dan taruh roti di rak.
11--Jangan dipotong rotinya minimal 40 menit. Kenapa? Karena temperature dalam roti ini masih sangat tinggi dan di dalamnya masih ‘masak’.

Manajemen waktu untuk roti semacam ini sangat gampang karena memang tidak perlu diuleni sama sekali. Kita bermain dengan adonan berkadar air tinggi. Jadi hanya butuh sabar untuk nunggu si adonan ‘masak’. Untuk foto step by step ada di blog saya http://somamiko.blogspot.com/2012/10/5-minutes-no-knead-bread.html

Bila roti ini tidak memiliki bolongan-bolongan besar, berarti rotinya overworked alias saat sedang dibentuk, tekanan tangan kita terlalu besar sehingga adonannya terlalu kempis. Bisa juga terlalu banyak penggunaan tepung saat dicelup sehingga rongga roti akan padat dan bantet.

Selamat mencoba!

@amypangestu

Guagua de Pan by Okky Lasiny

Selamat malam dear Host NCCBW...

Mau ikutan setoran laporan ya....roti yang aku buat adalah Guagua de Pan. Arti dari Guagua sendiri adalah anak kecil atau bayi dalam bahasa Quechua yang merupakan bahasa asli  dari negara Peru dan Bolivia. Sedangkan Pan dalam bahasa Spanyol berarti roti. Jadi Guagua de pan bisa disebut roti yang berbentuk anak kecil dan bayi.  Biasanya roti ini diisi dengan segala sesuatu yang mempunyai rasa manis.
Roti ini salah satu  bagian dari tradisi kebudayaan Andes di negara Ekuador,  Peru, Bolivia, bagian Selatan Kolombia dan Utara Agrentina yang biasa diadakan setiap tahun tanggal 2 November yang dikenal dengan perayaan “Dia de Los Fieles Difuntos”,  kadang juga disebut “Dia De Muertos”  atau Day of  the Dead. 
Dilihat dari artinya kok serem ya…Hari Kematian. Tapi makna dari perayaan ini sebenernya jauh dari hal-hal yang menakutkan. Perayaan biasanya dimulai tanggal 1 November dengan menyiapkan persembahan atau bisa dibilang seperti sesajen di rumah setiap keluarga yang ditinggalkan (pokonya ada salah satu/lebih anggota keluarga yang sudah meninggal di rumah itu). Jadi yang disediakanpun semua makanan dan minuman kesukaan keluarga yang sudah meninggal itu
Persembahan untuk arwah keluarga yang sudah meninggal ini disediakan di meja makan keluarga sampai jam 12  malam. Nah ceritanya makanan yang tidak dimakan oleh arwah itulah yang nanti akan dimakan oleh keluarga untuk berbagi dengan sanak saudara dan tetangga. Kemudian mereka datang ke pemakaman keluarga mereka untuk berdoa dan meninggalkan bunga serta berbagai macam roti di batu nisan keluarga yang meninggal. Guagua de Pan ini yang biasanya wajib ada.
Nah awal bulan November ini juga bertepatan dengan akhir daripada musim kering dan akan dimulainya musim hujan yang artinya awal dari kembalinya kesuburan di bumi. Nah Guagua de Pan ini dijadikan persembahan sebagai rasa terima kasih dan doa agar panen mereka sukses. Kira-kira begitulah cerita dari Guagua de pan ini.
Tekstur daripada Guagua de Pan ini sedikit padat tapi tetap lembut. Yang paling penting anak-anak dan suami suka dengan rotinya. Pokoknya sekarang semangat deh bikin roti. Soalnya anakku yang paling besar itu anti banget sama roti. Tapi sejak coba bikin roti sendiri, malah dia yang paling semangat untuk makan rotinya. Resep aku ambil dari www.mis-recetas.org dari chef Andrés Monroy. Ini resepnya ya…
Bahan:
1kg tepung terigu
300ml susu
25gr garam
80gr gula
300 gr mentega
4 telur
50gr ragi instan
Selai jambu biji-> aku pake chocolate chips
Cara membuat:
1.  Bentuk terigu seperti gunung dan lubangi bagian tengahnya.
2. Masukkan garam, gula dan mentega ke dalam lubang tersebut. Campur sampai rata. Pisahkan.
3. Dalam mangkuk, masukkan telur, ragi dan susu. Aduk rata, lalu masukkan perlahan-lahan. Uleni sampai memperoleh adonan yang   elastis. Diamkan sampai ukuran mencapai 2 kali ukuran semula (tadi aku kurang lebih 30 menit).
4. Setelah mengembang, bagi menjadi 6 bagian. Giling dan isi dengan filling lalu bentuk seperti boneka. Diamkan selama 20 menit.
5..Panggang di oven yang sudah dipanaskan dengan temperatur 180C selama 25 menit.
6. Setelah matang, hias dengan royal icing.
Pada foto yang sudah dibelah, cokelatnya cuma keliatan sedikit, padahal sebenernya banyak . Harap maklum ya hehehe…selain masih newbie di perotian sehingga  belum ok roudingnya, ngebentuk adonan jadi bonekanya buatku juga lumayan susah akhirnya letak fillingnya tidak pas di tengah J Oh ya, ukuran dari roti ini cukup besar, bisa untuk konsumsi 2 orang atau lebih untuk 1 rotinya. Kalau ukurannya lebih kecil pasti akan lebih cantik jadinya, tapi tentu saja membentuk dan mendekornya juga lebih sulit karena lebih detail.
Selamat mencoba…

Soft Pretzel by Aisyah Velany

Soft Pretzels



Tadi malam, sambil baca email di milist NCC, nyari-nyari ide mau bikin apa untuk event NCC Bread Week =). Jadi inget waktu berkunjung ke rumah kakak di Bandung kami jalan-jalan ke Paris Van Java. Setelah cape window shopping jadi laper, bingung mau makan apa, liat toko Pretzel, wah, makan camilan dulu kali ya biar ga bingung lagi dan beneran loh jadi ga bingung lagi, hehehehehe.. Icip-icip rasa almond, ehhhh enak ya, manis, lembut, dan kenyal, keponakan juga suka banget =). Sambil nungguin Pretzel-nya selesai dipanggang, bisa liat cara ngebentuk Pretzel-nya, kayaknya siy gampang, hehehehehe..



Akhirnya diputuskan bikin Pretzel. Langsung semangat cari-cari resep dan ketemu yang ini http://www.cdkitchen.com/recipes/recs/352/Aunt_Annies_Soft_Pretzels13849.shtml. Penasaran, Aunt Annie siapa ya, hehehehehe.. Cari-cari lagi, tapi ketemunya Auntie Anne’s Pretzel yang ternyata adalah toko yang di Paris Van Java Bandung waktu itu, ada juga di beberapa mall di Jakarta. Terkenal juga ternyata di Amerika, wah, lumayan nambah informasi =)



Dari semalem mulai siap-siapin bahan, tadi pagi langsung bikin dengan riang gembira, ehhhh, ternyata setelah dicelup air hangat baking soda, bentuknya malah jadi berantakan leyot-leyot padahal tadinya bentuknya cantik-cantik, huhuhuhuhu… Akhirnya, caranya jadi tidak sesuai arahan resep, di buat panjang dulu, celup, baru dibentuk langsung di atas loyang yang sudah dialas kertas roti, cakep deh bentuknya =). Saya buat setengah resep, jadinya 7 buah @ 50gr. Berikut ini resepnya ya..






INGREDIENTS:

1 1/2 cup warm water (airnya tidak digunakan semuanya, disisain kurang dari ¼ cup, dan ternyata memang lembek adonannya. Jadi air tidak dihabiskan)

1 1/8 teaspoon active dry yeast

2 tablespoons brown sugar (saya pakai 25 gram brown sugar untuk ½ resep supaya manis, hasilnya juga jadi brown dan tidak putih)

1 1/8 teaspoon salt (saya pakai dikit aja, sejumput)

1 cup bread flour

3 cups regular flour

2 cups warm water

2 tablespoons baking soda

to taste coarse salt (tidak pakai, sebagai gantinya pakai gula pasir dan almond bubuk untuk taburan di atasnya)

4 tablespoons butter (melted, untuk olesan akhir setelah matang)



DIRECTIONS:

Sprinkle yeast on lukewarm water in mixing bowl; stir to dissolve. Add sugar, salt (saya masukkan bersamaan dengan terigu) and stir to dissolve; add flour and knead dough until smooth and elastic. Let rise at least 1/2 hour (karena pagi ini udara lumayan dingin habis hujan semalam, bowl-nya ditutup plastic wrap lalu ditutup lagi dengan bed cover agar hangat, hehehehehe).



While dough is rising, prepare a baking soda water bath with 2 cups warm water and 2 Tbsp baking soda. Be certain to stir often. After dough has risen, pinch off bits of dough and roll into a long rope* (about 1/2 inch or less thick) and shape. Dip pretzel in soda solution and place on greased baking sheet. Allow pretzels to rise again. Bake in 450 degrees F oven for about 10 minutes or until golden. Brush with melted butter and enjoy!. Nah ini dia, karena adonan saya coba bentuk dulu baru dicelup malah jadi berantakan leyot-leyot. Akhirnya dibentuk panjang dulu, baru dicelup, kemudian dibentuk langsung di atas loyang alas kertas roti, baru jadinya bagus. Setelah itu langsung ditaburi dengan gula pasir dan bubuk almond, baru kemudian dipanggang. Setelah matang, dioles dengan butter, yummmyyy, ga kalah rasanya sama yang di Bandung waktu itu =)

Terima kasih para host =)

Vivian Pang's Loaf Bread by Anastasia Krisnawati

Dear NCCBW Host,

Tertulari semangat NCC Bread Week, tidak tahan juga untuk tidak mencoba resep roti.
(Setelah selama ini hanya berani mencoba cake dan cookies)

Ini adalah kali kedua aku mencoba, setelah sebelumnya adonannya lengket sekali sehingga susah dibentuk.
Jadi kali ini, aku tidak langsung masukkan semua cairan, tetapi aku sisain sedikit.

Resep yang aku coba adalah Soft Bread dari blog vivianpangkitchen.blogspot.com.
Menurutnya ini adalah roti yang bisa dibuat untuk “everyday bread”.

Mengikuti gambarnya, roti sobek menjadi default yang pertama dicoba.
Dan karena anakku suka amris,  aku juga coba membuat isiannya adalah mayonese, keju, telur dan dihias dengan salami keju di atasnya (waktu pertama buat, berlepotan mayonesenya karena kebanyakan, jadi susah ditutup rotinya kalau sudah basah, jadi yang kedua sudah dikira-kira supaya nggak kepenuhan). Hasilnya, anakku kegirangan melihat isi rotinya adalah kesukaannya.

Karena semangat membuat roti. Buku yang berbau roti jadinya dibeli :-)
Tertarik dengan bentuk roti sosis dari buku “Roti Sehat dan Lezat dengan Ragi Alami” karangan Sangjin Ko, maka sebagian aku buat menjadi roti sosis dengan mengintip step yang ada di buku itu.

Hmm ,, ternyata resep roti ini rasanya empuk dan lembut. Wangi waktu keluar dari oven.
Dan mungkin karena semua air aku ganti dengan susu, rasanya menjadi gurih manis.
Sekali makan, anakku bisa habis 2 – 3 potong ... senengnya lihat mereka lahap dan berebutan dengan bapaknya ^_^.
Thanks NCC Bread Week.



Resepnya ada di bawah:
Water roux
50 gr tepung terigu protein tinggi
250 ml susu (aku ganti menjadi 125 ml air dan 125 ml susu)
Note : ternyata ini sisa untuk Bread Dough-nya, sepertinya bisa separuhnya lain kali

Bread Dough
(A)
120 gr water roux starter
110 ml susu
55 gr gula pasir
5 gr garam
(B)
350 gr tepung terigu
7 gr susu bubuk
6 gr ragi
(C)
30 gr butter

Caranya:
-           Water roux
o          Masukkan tepung ke dalam panci, dan tuang air serta diaduk menggunakan whisk hingga larut. Jangan sampai bergerindil
o          Lalu panaskan, hingga mengental (aku, sampai ada gelembung kecil lalu diangkat)
o          Dinginkan

-           Bread Dough
o          Dalam wadah, camput water roux dengan 110 ml susu dan tambahkan gula dan garam
o          Lalu masukkan bahan kering (B), dan mixer sampai setengah kalis.
o          Setelah itu masukkan butter dan mixer kembali sampai kalis dan elastis (kira-kira aku butuh 15 menit-an, sampai adonan kalau ditarik tidak mudah sobek
o          Keluarkan adonan dari mixer dan masukkan ke wadah yang ditutup serbet selama kurang lebih 45 menit
o          Setelah adonan dikempiskan aku bagi sebagai berikut:
          Roti sobek, per lapisan 50 gr
          Roti sosis, per roti 40 gr
          Roti amris, per roti 50 gr
o          Untuk roti sobek, aku isi dengan parutan keju dan meises, tetapi aku tambahkan pula keju batangan kecil. Dengan cetakan brownies kukus, per loyang aku beri 5 lapisan
o          Untuk roti sosis, setelah dibungkus dengan adonan, lalu diiris tanpa putus, kira-kira sebanyak 6 iris, lalu setiap iris ditarik ke kiri dan ke kanan berseling seling. Di atas roti aku siram lagi dengan mayonese yang dicampur sambal botol
o          Sedang untuk roti amris, aku isi dengan telur rebus, mayonese dan keju batang. Di atasnya aku cover dengan salami yang sebelumnya juga dilapis mayonese supaya nempel. Atasnya mayonese lagi sebelum ditabur keju
o          Setelah aku, aku diamkan lagi sekitar 30 – 45 menit, sambil menyalakan oven 200 C
o          Roti dibakar dengan api atas dan bawah sekitar 15 menit