Dear Peri Roti,
Berawal dari kekecewaanku gak dpt ijin pergi ke interfood, aku masuk dapur biar sedihnya gak berlarut-larut, kepikiran aja kalo banting2 adonan seru kali ya buat pelampiasan kecewa #lebay bener yak#.
Buka-buka buku resep ketemulah resep coffee babka ini, penasaran gak tau artinya, googling deh :) dan menurut wikipedia "Babka is a spongy, brioche-like yeast cake made mainly in Eastern Europe. It is traditionally baked for Easter Sunday in Poland, Bulgaria, Macedonia, and Albania, and for the major holidays (Christmas, Easter, New Year, Pentecost) in Romania. Traditionally it does not have any filling, and is glazed with a vanilla- or chocolate-flavored icing and decorated with almonds or candied fruit, sometimes with rum added."
Maafkan kalo fotonya seadanya, selain memang belum bisa jepret dengan baik dan benar, babkanya matang saat mati lampu dan sudah malam, difoto dengan bantuan emergency lamp dan ada dua anak yang sudah gak sabar mau menyantapnya #btw, ternyata kalo lagi "bete" jadi makin kuat loh ngulenin adonan hahaha padahal pake LG :p#
Coffee Babka
by: Yasa Boga
Bahan I #campur dan remas sampai jadi butiran kecil-kecil#
250 gr tepung cakra
100 gr tepung serbaguna
1 sachet fermipan
100 gr gula pasir
25 gr susu bubuk
75 gr mentega
Bahan II #kocok pakai garpu#
1 butir telur
1 butir kuning telur
100 cc air
25 gr mente cincang
Bahan Isi #ditim diatas air panas#
1 sdm kopi instan
50 gr cooking chocolate
75 gr gula pasir
1 sdm mentega
Cara Membuat:
1.Masukkan bahan II ke bahan I,tuangi air sambil diuleni sampai tidak melekat. Bulatkan,tutup dengan plastik, diamkan selama 1jam.
2. Tekan-tekan dan balik adonan sampai kempis, diamkan 15 menit sampai naik lagi.
3. Giling setebal 1 cm, olesi permukaan dengan bahan isi,taburi kacang. Gulung dan sambung. Taruh dalam loyang yang sudah diolesi margarin. Potong-potong bagian luar lingkaran, tapi tidak sampai putus dengan jarak +/- 3cm. Putar sedikit tiap irisan hingga terlihat lingkaran coklatnya. Diamkan 45 menit.
4. Olesi kuning telur, panggang dalam oven panas 200C selama 25 menit sampai matang.
Cheers,
Caya
#berharap msh ada keajaiban diijinin pergi ke Interfood#
Friday, November 23, 2012
Roti pisang keju by Mei Djeng Kamto
Selamat pagi Host yang budiman dan teman teman tercintah….
Kiriman saya berikutnya adalah roti isi pisang keju . Kebetulan karena sedang panen pisang kepok dan bingung mau dibuat apa dibuat kolak atau digoreng dah bosen, ya udah kita buat isian roti saja yaaa…
Ideal nya isian roti adalah pakai pisang raja karena harum dan rasanya tentu jau lebih nikmat…tapi daripada mubazir dah coba dulu yaa…(stttt saya juga belum pernah mencoba sebelumnya pake isian pisang kepok).
Ini dia resepnya (masih pake ilmu kira kira ala saya) :
Isiannya siapkan dahulu yaa:
1. 4 Pisang kepok mengkal kupas, rebus sebentar dengan sedikit air (asal tercelup) dan gula pasir 1 sdm plus butter 1 sdt
2. Keju quick melt, potong memanjang seukuran jari 4 buah
Rotinya :
Bahan I (Biang – siapkan kira kira 4 jam sebelumnya ) :
50 gram terigu protein tinggi
60 cc air
Ragi instant ½ sdt
Cara Pembuatan Biang :
Uleni dengan tangan semua bahan didalam baskom, dan sisihkan / tutup dengan serbet
Bahan ke II :
Terigu protein tinggi kurang lebih 200 gram (tergantung cuaca)
Garam ¼ sendok teh
1 Kuning telur (ukuran besar)
Mentega /butter bermerek 50 gram (saya pake mentega bermerek krn adonan roti tidak pake susu – mksdnya biar huenakk gituu)
Gula pasir 40 gram (boleh ditambah 10 gram bila suka manis)
Cara Pembuatan :
- Uleni semua bahan II dengan tangan dan campurkan kedalam bahan I (bahan biang)
- Aduk semua hingga rata dan taburi terigu sedikit demi sedikit hingga kalis (diatas meja/marmer)
- Bulatkan adonan menyerupai kubah besar letakkan diatas loyang, dan biarkan mengembang beberapa saat (sekitar 30 menit)
- Kempiskan adonan dengan menggunakan rolling kayu – lebarkan
- Bagi adonan menjadi 4 bagian dengan menggunakan pisau/pizza cutter, bentuk segi empat
- Tiap bagian Isi dengan pisang dan keju, tutup dan bentuk keratan seperti pada foto
- Kembangkan lagi beberapa saat
- Oven dengan api bawah, suhu sekitar 190- 200 Celcius hingga matang
- Siap disajikan
Eh eh eh ternyata…isian roti pisang, pake bahan pisang kepok pun rasanya okehhhhhh . Pisang kepok tentu jauh lebih murah, dan lebih mudah didapatkan dibandingkan pisang raja… lhooo cobain yaa dirumah.
Salam Roti Pisang Anget
Mei Djeng Kamto
Cup bread by Mei Djeng Kamto
Ibu Ibu Host selamat pagi…pagi yang cerah dan ceriaaa…..pssttt...dibelakang sana Ibu saya sedang ngedumel gara gara tiap hari ada roti didapur, sedangkan beliau harus diet (maafkan anakmu Bu)
Kiriman saya pagi ini adalah Cup Bread Rendang Telur… idenya gara gara daging cincang rendang yang buat isian roti kepang terdahulu masih tersisa beberapa sendok . Cup Bread Rendang Telur ini cukup bergizi dan mengenyangkan, cocok untuk bekal anak sekolah, ataupun isian snack box dipagi hari. Yuk kita mulai yaach…resep rendangnya sama seperti rendang sebelumnya, versi saya yaaach…ini dia :
Siapkan rendang, 4 telur rebus kupas dan biang roti sebelumnya
Resep Rendangnya :
¼ Kgs daging rebus yang telah dipotong kecil kecil/cincang
Santan kental sekitar 400 cc
Bumbu yang dihaluskan :
Cabe rawit 15 biji
Cabe merah 5 biji
Bawang merah 3 siung
Bawang putih 5 siung
Merica dan ketumbar kira kira ½ sdt
Kunyit 1 ruas (1 lembar daun kunyit bila ada)
Asam kandis sedikit
Kelapa parut 1 sendok makan
Garam dan gula secukupnya sesuai selera
Sereh 1 batang & laos 1 ruas (geprak)
Daun salam 2 lembar
Cara :
- Tumis semua bumbu yang telah dihaluskan hingga harum
- Masukkan daging rebus yang telah dipotong potong dan kelapa parut, aduk dan biarkan sejenak
- Masukkan santan, tunggu hingga santan mendidih jaga apinya agar santan tidak pecah
- Kecilkan api dan tunggu hingga santan meresap dan berkurang (agak kering)
Resep Cup Bread nya sebagai berikut :
Bahan I (Biang – siapkan kira kira 4 jam sebelumnya ) :
50 gram terigu protein tinggi
60 cc air
Ragi instant ½ sendok teh
Cara Pembuatan Biang :
Uleni dengan tangan semua bahan didalam baskom, dan sisihkan / tutup dengan serbet
Bahan ke II :
Terigu protein tinggi kurang lebih 200 gram (tergantung cuaca)
Garam ¼ sendok teh
1 Kuning telur (ukuran besar)
Mentega 20 gram
Margarin 30 gram
Gula pasir 40 gram
Cara Pembuatan :
- Uleni semua bahan II dengan tangan dan campurkan kedalam bahan I (bahan biang)
- Aduk semua hingga rata dan taburi terigu sedikit demi sedikit hingga kalis (diatas meja/marmer)
- Bulatkan adonan menyerupai kubah besar letakkan diatas loyang, dan biarkan mengembang beberapa saat (sekitar 30 menit)
- Kempiskan adonan dengan menggunakan rolling kayu
- Bagi adonan menjadi 4 bagian, buang gas nya dan isi dengan telur rebus, dan 1 sdt daging rendang cincang (tanpa kuah)
- Bulatkan hati hati, pada tahap ini roti rawan bocor, dan masukkan kedalam cup paper
- Biarkan adonan mengembang kembali beberapa saat sebelum di oven
- Oven dengan suhu sekitar 190 – 200 C, sampai matang
- Setelah matang , panas panas olesi dengan mentega
- Siap disajikan begitu saja, atau boleh juga disiram kuah rendangnya
Jadinya cantik khaaan.. siap untuk bekal sekolah ananda...bungkusssssss
Salam Cup Bread Rendang Telur
Mei Djeng Kamto (Kediri)
Hoddeok by Mei Djeng Kamto
Malam yang dingin gerimis gerimis yang dinginnnn diriku sendiri hi hihi h…aku laparrrrr huh u hu heh..
Episode kelaparan nich….didapur tidak menemukan sesuatu yang menarik hati untuk di makannnnnn…
Eh eh ..eh….gara gara dengar Gang Nam Style di TV jadi ingat makanan yang satu ini, untung nya ada stok tepung terigu, gula merah, dan hmmm serbuk kayu manis didapur saya…jadiiiiii…kita buat Hoddeok saja yaaaa….
Ibu – Ibu host yang masih sabar dan setia menanti, berikut ini kiriman saya adalah Hoddeok, makanan kudapan khas Korea yang biasa dijual di kaki lima. Saya kenal makanan ini beberapa tahun yang lalu saat saya tinggal di Bali (bukan di Seoul yaa hi hi), dan kebetulan punya kenalan yang menetap di Korea.
Saya sendiri nggak yakin apakah ini termasuk roti apa bukan, tapi dugaan saya makanan ini termasuk jenis roti karena melibatkan proses peragian, dan tekstur kue nya berongga mirip dengan roti (Cuma agak keras)…ini dia resepnya :
Resep Hoddeok (diambil dari http://www.griyakuliner.com/ hoddeok-jajanan-kaki-lima-di- korea/ )
150 gr terigu (saya pakai Cakra)
3 sdm susu cair
1/8 sdt ragi instant
1/8 gula pasir
1 sdm air hangat
Minyak sayur secukupnya (saya pakai sekitar 1 sendok makan)
Bahan Isi :
4 sendok teh gula merah sisir
1/8 kayu manis bubuk
Cara membuat :
- Campur rata gula pasir, ragi instant, dan air hangat. Diamkan selama 15 menit
- Campur tepung terigu, garam, tuangi susu cair dan adonan ragi
- Uleni hingga kalis, diamkan adonan selama 2 jam (Sisihkan )
- Campur semua adonan isi, aduk hingga ratam bagi menjadi beberapa bagian
- Olesi tangan dengan minyak sayur, bentuk adonan isi bulat pipih dan sisihkan
- Kempiskan adonan kulit, bagi menjadi beberapa bagian. Bentuk bulat diamkan kembali selama 10 menit. Pipihkan adonan, dan letakkan adonan isi diatasnya. Bungkus dan rapikan
- Diamkan selama 10 menit
- Panaskan sedikit minyak diatas wajan dadar anti lengket, panggang adonan hingga kuning kecoklatan sambil sesekali dibalik
Peringatan : Jangan masak sambil nonton TV yaaa akibatnya Hoddeok bisa gosong seperti iniiiii….
Resep ini patut dicoba, karena cukup sederhana, tidak terlalu berlemak dan tidak mengandung telur
Tapi dimakan saat gerimis gerimis bersama teh tawar hangat, rasanya hmmmm sesuatuuu bangetttt lohhh.
Salam Hoddeok Hangat
Mei Djeng Kamto (Kediri)
Dinner Rolls by Trinitati saragih
|
Cinnamon rolls by Meinina
Hallo ibu peri roti..
Aku mau laporan yang ke 2
Kalau laporan sebelumnya, resepnya aku buat sendiri, kali ini resepnya mengikuti resep bu fatmah untuk roti sobek. Hanya saja untuk isian aku fariasikan sendiri..
Kenapa aku pilih buat cinnamon roll, karena roti ini adalah faforit aku banget.. Hahahaa..
Ceritanya, dihari aku buat ini, adalah di hari yang sebenernya aku sibuk. Di hari itu aku harus menyelesaikan 2 oreo cheesecake pesanan sepupu ku untuk acara ulangtahunnya, di malam yang sama. Niatnya mau bangun subuh, apa daya mata gak kuat, dan baru bangun jam 10 pagi. Karena panik, bangun2 aku cuman minum 1 gelas air putih dan makan 1 buah bakpia coklat. Setelah itu langsung mulai ngebake. Aku langsung buat 2 adonan, biar bisa langsung di panggang, eh ternyata oven ku terlalu mungil, jd cuman cukup 1 loyang aja yg masuk.
Setelah loyang pertama sedang di panggang, muncullah ke isengan aku pengen buat roti, dan setelah liat2 buku resep NCC, langsung lah terjun. Hihihiiii..
Aku semua bahan sama persis kecuali air dingin yang alu ganti jadi susu uht dingin. Mengadonnya juga aku pake tangan, lumayan untuk olah raga. Setelah adonan khalis, aku diamkan, pas banget juga si cake 1 sudah matang. Saat menunggu si cake 2 di panggang, dan cake 1 didinginkan, ngecek roti, ternyata sudah ngembang kurang lbh 30mnt. Langsung deh mulai ngebentuk dan isi, setelah di isi, diamkan mengembang lagi, aku mempersiapkan untuk hiasan cake. Semuanya hiasan beres, cake masih terpanggang, saatnya makan dan mandi, setelah itu cake matang, roti masuk oven, cake 2 didinginkan, cake 1 dihias. Roti matang, didingin kan, foto2, terus cake 2 di hias, jadi deh semuanya.. Dr jam 10 sampai jam 6 sore. 2 cake, 48 ptong cinnamon roll. Hahahaa.. Nekat sih, tapi yah gak akan tau kalo gak dicoba. Oh iya, roti ter lembut yang permah aku buat, 3 hari pun masih lembut tanpa di panasin. Fyi, yg makan roti ini cuman aku, kakak, dan papa.. No wonder lnp ampe 3 hr baru habis.. Hahahaa..
Berikut resepnya..
Cinnamon Roll
Resep asli dari roti sobek bu fatmah
500 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr gula
11 gr ragi instan
1/2 sdt bread improver
4 btr kuning telor
200 ml air Es --> susu uht
100 gr gula
11 gr ragi instan
1/2 sdt bread improver
4 btr kuning telor
200 ml air Es --> susu uht
1 sdt vanilla extract
Bahan B:
100 gr mentega/margarine
5 gr garam
5 gr garam
Bahan C:
Kayumanis bubuk
Butter suhu ruang (lembek)
Gula pasir
Kismis
Bahan D (olesan) :
1 butir kuning telur
1 sdm susu uht
Bahan E (icing sugar) :
1 butir putih telur
Gula icing secukupnya (tergantung kekentalan yang anda inginkan)
1/2 sdt vanila extract
Cara membuat:
- Aduk bahan A, uleni hingga bergumpal-gumpal, masukkan bahan
B, uleni terus hingga kalis elastis. Istitirahatkan 20 menit. - Kempiskan adonan, potong bagi 3. Istirahatkan 10 menit.
- Ambil satu bagian adonan, tipiskan hingga panjang dan lebarnya 20x25cm, beri isi bahan C dengan urutan, butter olesi seluruh permukaan hingga rata, taburi kayumanis bubuk seluruh permukaan, gulapasir taburi seluruh permukaan, kebudian gunakan tangan untuk memeratakannya, terakhir taburi kismis sesuai selera, gulung dimulai dari bagian paling dekat dengan ada, saat menggulung, sesekali sambil di tarik agar melekat satu sama lain. Potong sesuai ketebalan yang kalian inginkan. Lakukan untuk semua adonan.
- Susun di loyang, beri jarak sedikit. Diamkan 30 s/d 60 menit, tergantung kehangatan udara. Setelah terlihat mengembang ringan, poles atasnya dengan kuning telur kocok, panggang selama 20 menit, suhu 180 hingga terlihat keemasan. Angkat.
- Setelah dingin, olesi dengan icing sugar. Siap disantap.
Bon apettite
Baguette a la Bouabsa by Almyra Pangestu
Saya rasa kita semua pernah menemukan sebuah resep yang bikin ga bisa tidur. Lagi makan, lagi jalan2 dan lagi diam memikirkan yang lainpun teringat dan terbayang 1 resep itu. Sepertinya kalo ga dibuat hingga total seperti yang kita inginkan maka akan terbayang2 terus.
Untuk saya, resep tersebut adalah resep si Anis Bouabsa.
Siapa sih Anis Bouabsa ini?
Sedikit cerita ya, AB adalah pemenang baguette terbaik se-Paris pada th.2008. Alkisah setiap tahun di Paris diadakan pemilihan baguette terbaik (Grand Prix de la Baguette de Paris) dan pemenangnya akan menjadi suplier baguette selama 1 tahun untuk Palais de l'Élysée, yakni white housenya prancis. Kenapa si AB ? Itu kan tahun 2008, bagaimana dengan yang tahun 2012? Persaingan antara bakery disana pastilah ketat. Bayangkan kalau itu kita, akankah kita berbagi resep kalau taruhannya istana kepresidenan? Iya sih, bisa jadi.. Namun tidak pada tahun yang bersangkutan, kan:)
Nah si AB ini baik sekali untuk membiarkan pengunjung bertandang dan foto2 di dapurnya. Postingannya dapat dilihat disini http://www.thefreshloaf.com/ node/8066/great-baguette- quest-n%C2%B03-anis-bouabsa
Anyhow, criteria baguette yang bisa masuk penjurian adalah; baguette hanya boleh terbuat dari tepung putih, air, ragi, garam saja. Beratnya antara 250-300gr dan panjang 55-65cm. Sesudah itu dinilai dari crust-nya yang crunchy dan dalamnya yang kaya akan rongga seperti si keju bolong2.
Berbulan-bulan saya mikirin roti si Anis..duh Anis.. Soalnya bbrp kali saya membuat baguette dengan resep lain, memang dapat crust & crumbnya tapi dengan fermentasi yang lebih lama. Nah, fermentasi lama otomatis memberikan rasa sedikit asam ala sourdough. Padahal harusnya tidak ada sedikitpun rasa itu. Bila tidak lama, crumb akan terlalu rapat dan ga dapat rasa manis dari gula alami yang dihasilkan fermentasi. Duh mumet ya.. gimana saya ga pusing. Ditanya suami lagi apa..lagi mikir fermentasi hahahaa..
Eh, pas banget nih NCCBW, saya menolak pusing dan langsung eksekusi!
Resep:
500gr terigu segitiga
10 gr garam
¼ tsp instant yeast
375gr air
Cara membuat:
-Campur semua bahan kering. Tuang 325gr air di tengah dan aduk hingga semua tercampur.
-Istirahatkan 30 menit
-Uleni dengan cara slap and fold aka dibanting lipat( bukan dengan emosi lho ya hehe) minimal 200x. Bahkan banyak disarankan oleh para baker prancis 600x. Siapa takut? Yuk! 200x itu kekuatan lelaki ya.. jadi kita wanita harus lebih banyak karena tidak bisa slap n fold sekuat lelaki.
-Masukkan sisa air yang 50 gr, dan satukan air dan adonan dengan teknik stretch and fold.
-Diamkan adonan 1 jam dengan 3x stretch and fold pada interval 20 menit
-Simpan dalam lemari es 21 jam.
-Keluarkan 1 jam dalam suhu ruang.
-Bagi 2 adonan dan bentuk oval. Istirahatkan 20 menit.
-Bentuk baguette dan istirahatkan selama 45 menit.
-Beri sayatan pada baguette dan panggang 250C selama 20 menit.
Untuk foto step by step dapat dilihat di http://somamiko.blogspot.com/ 2012/11/baguette-la-bouabsa. html
Nah, parahnya..saking panjangnya baguette, saya kesandung dr meja makan mau mau ke dapur.. Jatuhlah ke lantai huhuu.. tapi tak menyerah tetap masukin oven. Hasilnya ga nyangka tetap ngembang! Gimana kalau tak pakai kesandung..hmm buat lagi akhirnya yang tak pakai kesandung.
Terima kasih Anis! Resep yang superb!
Yang tak pusing lagi,
@amypangestu
Subscribe to:
Posts (Atom)



